Membangun Warung Sembako Tanpa Perhitungan

Membangun Warung Sembako Tanpa Perhitungan? Modal Habis Bikin Bangkrut

Jika Anda membangun warung sembako tanpa perhitungan, maka akan berisiko mengalami kerugian dan bahkan bangkrut. Sebagai pemilik usaha, pastinya tidak ingin bukan kalau usaha mati di tengah jalan begitu saja.

Usaha warung sembako masih menjadi usaha favorit sejak dulu hingga sekarang buat sebagian besar orang. Sebab untuk menjalankannya cukup mudah yakni dengan cara menjual barang yang sudah dibeli dengan harga lebih tinggi.

Risiko Warung Sembako Tanpa Perhitungan

Meskipun dapat dijalankan dengan modal terbatas, tetapi jika menjalankan warung sembako tanpa perhitungan ternyata bisa mengakibatkan modal habis dan bikin bangkrut. Padahal walaupun hanya sebuah bisnis kecil, tetapi sebaiknya harus dilakukan dengan perencanaan yang cukup matang.

Jika tidak maka akan membuat usaha menjadi sulit berkembang atau justru nantinya bangkrut di tengah jalan. Setidaknya terdapat sejumlah risiko yang bisa dialami jika warung tidak dijalankan dengan berbagai perhitungan di bawah ini.

Selalu Menggunakan Jualan Sendiri

Risiko jika tidak melakukan perhitungan pada usaha adalah selalu menggunakan atau menikmati produk jualannya sendiri. Sebenarnya sebagai pemilik, Anda memang sah saja apabila menggunakan produk jualan pribadi.

Tetapi nantinya sangat keliru jika mengambil barang tetapi tidak membayar barang yang sudah diambil. Jika sudah seperti ini, maka akan membuat modal untuk warung bisa terkuras habis begitu saja dan minim akan pemasukan.

Sering Memberikan Utang atau Pinjaman ke Orang

Disadari atau tidak, jika Anda melakukan bisnis warung sembako tanpa adanya perhitungan maka akan lebih mudah dalam memberikan utang atau pinjaman. Utang sendiri menjadi salah satu faktor yang bisa mengakibatkan warung menjadi bangkrut nantinya.

Baca Juga : Berapa Modal Membuka Warung Sembako? Ini Detailnya

Terlebih lagi Anda pastinya sudah tahu bahwa warung dapat berkembang dari keuntungan yang diperoleh dari penjualan sebelumnya. Tetapi kalau justru gemar dalam memberikan hutang, maka resikonya tentu mengakibatkan perputaran dan keuntungan menjadi terhambat.

Barang Kadaluarsa Akibat Stok Terlalu Banyak

Risiko lainnya yang bisa didapatkan karena tidak adanya perhitungan dalam usaha adalah barang kadaluarsa akibat stok terlalu banyak. Memang menjual beraneka ragam barang bisa memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk datang ke toko.

Tetapi sebaiknya harus memperhatikan tanggal kadaluarsa barang yang akan dijual kembali. Sebaiknya jangan sampai menjual barang dengan tanggal kadaluarsa pendek.

Tidak Adanya Laporan Keuangan Yang Jelas

Risiko terakhir yang bisa dialami adalah tidak adanya laporan keuangan jelas. Padahal dalam berbisnis, sangat penting bagi Anda untuk menyediakan keberadaan laporan keuangan.

Dengan laporan keuangan, setidaknya dapat membantu Anda untuk mengetahui bagaimana penggunaan modal. Jadi sangat penting agar memperhitungkan adanya laporan keuangan.

Mempunyai warung sembako memang menjadi salah satu impian bagi sebagian besar orang karena dapat dijalankan dengan modal minim. Meskipun begitu sebaiknya, Anda harus melakukan perhitungan ketika membuka usaha ini.

Sebab jika dijalankan tanpa adanya perhitungan akan menyebabkan modal cepat habis hingga berisiko bangkrut. Jadi jangan pernah menjalankan warung sembako tanpa perhitungan sama sekali. 

Mulai Cuan Dengan BIJE

Tingkatkan Pendapatanmu Bersama BIJE! Hanya dengan mencatat penjualan, pembelian, dan stok awal, serahkan semua pada BIJE untuk menjadi navigator dan asisten terpercaya dalam usahamu. BIJE berkomitmen untuk memajukan penjualan, melipatgandakan keuntungan, dan menyederhanakan kegiatan sehari-hari dengan berbagai fitur menarik, seperti:

  • Rekomendasi Belanja yang Menguntungkan
  • Inspirasi Penjualan & Promosi yang Menarik
  • Proses Pemesanan yang Mudah dan Tidak Ribet

Kami selalu siap memberikan dukungan dan bantuan untuk segala kebutuhan pengelolaan tokomu. Mulailah perjalanan suksesmu dengan BIJE hari ini!

Klink di sini untuk memulai.