Tips Membuat Buku Warung Sembako

Tips Membuat Buku Warung Sembako

Sudah tahu bagaimana cara membuat pembukuan warung sembako? Jika belum maka Anda bisa menyimak ulasan yang ada pada artikel ini. Perlu diketahui bahwa proses pembukuan ternyata sangat penting baik untuk usaha kecil hingga besar termasuk warung sembako.

Ketika warung sembako yang Anda miliki mempunyai pembukuan maka akan membuat usaha bisa tertata jauh lebih rapi, khususnya mengenai stok barang. Tidak hanya itu saja, Anda juga bahwa dapat mengetahui kemana sajakah arus kas usaha tersebut.

Apa Itu Pembukuan Warung?

Sebelum Anda mengetahui bagaimana cara melakukan pembukuan, maka terlebih dahulu harus mengetahui definisi dari pembukuan warung ini. Jadi ini adalah proses pencatatan informasi keuangan di dalam sebuah warung.

Informasi tersebut nantinya akan berkaitan dengan kas masuk dan keluar misalnya saja adalah jumlah pemasukan, piutang, pengeluaran belanja, utang dan lainnya. Informasi tersebut nantinya akan dikumpulkan hingga menjadi sebuah laporan akuntansi serta laporan laba rugi.

Cara Membuat Pembukuan Warung Sembako

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa cara membuat pembukuan warung sembako menjadi hal yang cukup krusial bagi pemilik warung. Terlebih lagi kalau warung yang Anda miliki tersebut sering mengalami adanya masalah keuangan.

Untuk memulai menyusun pembukuan warung tersebut sebenarnya tidaklah hal sulit untuk dilakukan. Tetapi apabila Anda masih bingung, maka beberapa tips di bawah ini dapat dijadikan sebagai pedoman.

1.       Mulailah Mencatat Stok Barang

Ketika Anda mempunyai warung sembako, maka akan disibukkan dengan adanya stok barang. Oleh sebab itulah Anda perlu untuk mencatat stok barang terlebih dahulu dan pastikan dilakukan dengan teliti.

Pembukuan dari stok barang inipun harus memasukkan secara detail jumlah keluar dan masuk di dalam periode tertentu. Dengan membuat buku stok barang, Anda bisa mengetahui manakah barang yang harus ditambah.

2.       Proses Pencatatan Pengeluaran

Sesudah Anda mencatat stok barang, maka dapat dilanjutkan dengan proses pencatatan pengeluaran terlebih dahulu. Untuk pencatatan pengeluaran sebaiknya dapat dilakukan setiap hari untuk meminimalisir agar tidak ada transaksi yang terlewat.

Jangan lupa juga agar selalu mencantumkan tanggal sekaligus keterangan transaksi yang sudah dilakukan. Proses pencatatan pengeluaran sebaiknya juga dilakukan secara detail termasuk juga jumlah paling kecil sekaligus.

3.       Mencatat Pemasukan

Untuk pencatatan pemasukan akan berkaitan dengan jumlah penjualan yang sudah terjadi di dalam periode tertentu. Sama seperti dengan pengeluaran, pemasukan ini juga harus dibuat secara detail supaya Anda dapat melihat kembali semua transaksi yang sudah pernah terjadi.

4.       Buatlah Catatan Laba Rugi

Pencatatan terakhir yang harus diperhatikan adalah catatan untuk laba rugi dimana termasuk penting bagi pemilik warung sembako. Biasanya pembukuan dapat dilakukan di dalam periode tertentu baik bulanan maupun tahunan.Di dalam menjalankan usaha, proses pembukuan sangat penting untuk mengetahui bagaimana perkembangan dari bisnis. Jika Anda ingin cara membuat pembukuan warung sembako lebih efisien segera kunjungi bije.app.