Konsep Tepat Pengelolaan Keuangan Toko Kelontong dan Warung

Konsep Tepat Pengelolaan Keuangan Toko Kelontong dan Warung 

Toko kelontong menjadi salah satu usaha mandiri yang bisa mensejahterakan orang dengan laba minim tapi terkumpul dari banyak produk sehingga omzetnya dikatakan lumayan. Namun, dari sekian banyak pengusaha toko kelontong mengalami kerugian karena salah mengatur keuangan. Ini dia tips mengatur keuangan toko kelontong agar laba tinggi dan kerugian menipis.

Jangan Hutang Bank Untuk Merintis Usaha Warung 

Ada berbagai metode untuk memperoleh modal usaha, namun mengambil pinjaman dari bank bukanlah opsi paling ideal untuk memulai usaha kecil atau menengah karena Anda harus rutin memikirkan angsuran yang belum tentu proporsional dengan penghasilan usaha. Penting juga untuk mempertimbangkan tingkat persaingan di lingkungan sekitar yang akan berdampak pada jumlah pelanggan. Lebih bijaksana untuk memulai dengan modal dari penjualan aset seperti perhiasan atau kendaraan, sehingga Anda dapat terhindar dari kekhawatiran angsuran bulanan dan lebih fokus pada pengembangan usaha Anda.

Stok Produk Yang Fast Moving 

Perdana membuka warung diupayakan menyediakan stok produk yang fast moving atau cepat bergerak karena akan cepat memperoleh laba. Anda harus jeli melihat permintaan barang di lingkungan sekitar agar pembeli datang dan tepat memberikan pilihan hatinya pada warung Anda.

Minimal ada 30 produk jualan yang bisa Anda pajang di warung sehingga laba 1 pcs produknya akan berlipat ganda. Bayangkan jika 1 jenis produk terdapat 10 pcs maka tinggal dikalikan saja semua laba yang terkumpul.

Pisahkan Dana Warung Dengan Dana Pribadi 

Dana warung adalah dana khusus yang terdiri dari dana modal pokok, dana laba, dana kas warung, dana gaji Anda dan dana cadangan. Berikan persentase harian untuk semua produk dan pemasukan. Misalnya, dalam sehari warung Anda mendapatkan pemasukan kotor Rp. 360 ribu maka buatlah rincian pembagian itu dengan matang sehingga tidak berpotensi rugi. 

Dana pribadi adalah dana yang masuk setelah Anda mendapatkan laba bersih setiap produknya. Carilah distributor produk yang memberikan harga termurah.

Buatlah Harga Dan Pembukuan Setiap Hari 

Apabila Anda harus mencatat dan mengingat semua produk yang terjual tentunya tak bisa maksimal ya. Nah, agar hal itu tertata maka buatlah catatan kasa dengan komponen:

  • Dana masuk
  • Dana keluar
  • Dana kas

Dengan demikian akan bisa dihitung dengan cukup baik, tapi alangkah Anda detilnya memakai buku khusus saat ada pembeli datang dan dicatat berapakah pembeli A membayar, pembeli B membayar dan seterusnya. Akhir waktu bisa dikroscekkan.

Buatlah Konsep dana kas untuk modal dan lainnya

Dana kas diperoleh dari sebagian laba dan modal yang mengendap di laci warung Anda sebagai dana sirkulasi. Jangan lupa mencatat semua barang yang telah ludes terjual untuk distok ulang karena konsumen akan memberikan kesan “di sana ada yang saya butuhkan” sehingga cara mengikat konsumen agar terus datang adalah dengan trik seperti itu.  

Mengelola keuangan toko kelontong gampang-gampang susah dan memang butuh kejelian tinggi dengan dana dan produk yang akan dijual. BIJE membantu Anda dengan aplikasi buku warung yang akurat agar nampak angka laba dan ruginya. Strategi jualan akan muncul dari diri Anda setelah terjun menekuni bidang tersebut dan menemukan banyak kasus warung. Jangan mengharap rintisan awal usaha Anda langsung mendapatkan laba ya tapi tekuni bagaimana branding warung Anda.