Apa Itu Kelontong

Apa Itu Kelontong? Mengurai Arti di Balik Usaha Tradisional

Tahukah Anda apa itu kelontong? Bisnis tradisional ini sebenarnya sudah banyak yang melakukannya. Baik itu di pedesaan maupun kota-kota besar.

Selain itu ada juga yang menyebutnya sebagai kelontongan. Usaha kelontong memiliki arti dan sejarah yang cukup panjang.

Apa Itu Kelontong?

Perlu Anda ketahui, kelontong dan toko kelontong terdapat perbedaan arti. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. kelontong artinya barang-barang keperluan sehari-hari seperti sabun, sikat gigi, gelas, cangkir, dan mangkok. 

Sementara itu, toko kelontong adalah toko yang menjual barang keperluan sehari-hari. Dinamakan toko kelontong karena toko tersebut menyediakan barang keperluan sehari-hari.

Terkadang juga ada toko kelontong yang menjual pulsa dan tagihan listrik. Toko ini tidak terlalu besar seperti supermarket, tetapi cukup ramai pembeli.

Banyak orang Indonesia yang ingin membuka toko kelontong karena target pasarnya sangat jelas. Selain itu, barang-barang yang dijual lewat toko kelontong pasti banyak yang membutuhkannya.

Toko kelontong sudah ada sejak abad ke 19 dan bertahan sampai saat ini. Dahulu, banyak orang Tionghoa yang menjalankan bisnis ini dengan cara berjalan memakai kelontongan.

Lambat laun setelah mempunyai modal yang cukup, mereka bisa menyewa tempat sehingga mereka berjualan di satu tempat (tidak berkeliling lagi). Ini menjadi titik awal perubahan dari warung kelontong.

Meski dianggap sederhana, warung kelontong tidak pernah sepi pembeli. Banyak orang yang lebih memilih belanja di kelontong di dekat rumah daripada harus jauh-jauh ke swalayan.

Jenis-jenis Toko Kelontong

Setelah Anda mengetahui apa itu kelontong, berikut ini BIJE berikan informasi apa saja jenis-jenis dari toko kelontong yaitu:

1. Kelontong Grosir

Apa itu kelontong grosir? Toko ini adalah toko yang membutuhkan modal lebih besar karena biasanya barang jualannya jauh lebih banyak. Biasanya kelontong grosir ini merupakan tempat belanja atau kulakan bagi warung-warung kecil.

Dari segi persaingan, kelontong grosir biasanya tidak terlalu ketat karena tidak terlalu banyak orang menjalankan bisnis satu ini. Sebab, modalnya tergolong besar dan tidak semua orang mampu melakukannya.

Masing-masing pemilik kelontong grosir biasanya sudah memiliki pelanggan tetap sehingga tidak perlu khawatir tidak mendapatkan pemasukan. 

Meskipun sedikit yang membeli, tetapi jumlah belanjaannya sangat banyak sehingga pemasukannya pun juga besar.

2. Kelontong Eceran

Apa itu kelontong eceran? Jenis warung kelontong satu ini merupakan kebalikan dari kelontong grosir. Modalnya tidak terlalu besar dan hanya menjual barang eceran atau satuan saja.

Tingkat persaingannya cenderung ketat. Sebab saat ini sudah banyak sekali toko kelontong eceran tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Terkadang dalam satu wilayah, bisa ada dua sampai tiga warung kelontong eceran.

Membuka kelontong eceran cenderung mudah. Sebab, Anda tidak membutuhkan modal yang terlalu banyak.Demikian penjelasan mengenai apa itu kelontong, usaha tradisional yang sedang populer saat ini. Yuk, beralih ke digitalisasi toko kelontong dengan aplikasi BIJE. Usaha bisa lebih efisien!